Follow by Email

Powered by Blogger.

Sunday, April 28, 2013

BAB II : Hadits Shahih


 BAB II
HADITS SHAHIH


Hadits Shahih :
Hadits shahih adalah hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang adil, sempurna ingatannya, sanadnya bersambung, tidak ber 'illat dan tidak janggal (syadz).

Adapun persyaratan hadits shahih adalah sebagai berikut:
  1. Semua rawinya adil.
  2. Semua rawinya sempurna ingatannya (dlabith)
  3. Sanadnya bersambung dan tidak putus
  4. Tidak ber 'illat (cacat tersembunyi)
  5. Tidak janggal atau Syadz. 

1.1 Keadilan Rawi 
      Keadilan seorang rawi menurut Ibnu Sam'any harus memenuhi empat syarat:
  • Selalu memelihara perbuataan taat dan menjauhi maksiat.
  • Menjauhi dosa-dosa kecil yang dapat menodai agama dan sopan santun
  • Tidak melakukan perkara-perkara mubah yang dapat menggugurkan iman kepada qadar dan mengakibatkan penyesalan
  • Tidak mengikuti pendapat salah satu sekte (aliran) yang bertentangan dengan syara'

Sebab yang menggugurkan keadilan seorang rawi adalah sebagai berikut:
  1. Diketahui dusta.
  2. Tertuduh dusta
  3. Fasik
  4. Tidak dikenal atau jahalah
  5. Penganut sekte bid'ah yang terang terangan dan selalu membela paham bid'ahnya.

2.1 Kesempurnaan ingatan Rawi
      Yang dimaksud adalah orang yang kuat ingatannya, artinya ingatannya lebih banyak daripada lupanya, dan kebenarannya lebih banyak daripada kesalahannya.

      Cacat-cacat yang merusak ke sahihan hadits :
  • Terlalu lengah dalam penerimaan hadits
  • Banyak kesalahan dalam meriwayatkan hadits.
  • Menyalahi orang-orang kepercayaan atau syadz
  • Banyak berprasangka
  • Tidak baik hafalannya.

3.1 Sanad yang bersambung atau tidak putus
      Yaitu sanad yang selamat dari keguguran. Dengan kata lain, bahwa tiap-tiap rawi dapat saling bertemu dan menerima langsung dari guru yang memberikannya.

Untuk mengetahui apakah sanad hadits itu bersambung atau tidak, perlu mempelajari beberapa macam ilmu yaitu :

Ilmu Rijalil Hadits : ilmu pengetahuan yang membahas hal-ihwal dan sejarah kehidupan para rawi dari golongan shabat, tabiin dan tabiit-tabiin.

Ilmu Thabaqah Ruwah : ilmu yang membahas pengelompokan sahabat nabi dalam kelompok (thabaqoh) yang tertentu.
Kitab terbaik yang membahas sejarah, hal-ihwal dan thabaqot sahabat adalah kibat "Al-Isabah" karya Al-Hafidz Ibnu Hajar Asqolany.

Ilmu Tawarihi Ruwah : adalah ilmu untuk mengetahui para rawi hal-hal yang bersangkutan dengan meriwayatkan hadits, mencakup keterangan tentang hal-ihwal para rawi, tanggal lahir, tanggal wafat, guru-gurunya, kapan tanggal mendengar dari gurunya, orang-orang yang berguru kepadanya, kota dan kampung halamannya, perantauannya, tanggal kunjungannya ke negeri yang berbeda-beda, dan lain-lain.

4.1 'illat (cacat tersembunyi)
      Cacat tersembunyi yang dapat menodai keshahihan suatu hadits adalah sebagai berikut
  • Hadits bersambung (hadits muttashill) yang gugur (tidak disebutkan) sahabat yang meriwayatkannya. Hadits ini disebut hadits mursal.
  • Hadits bersambung (hadits muttashil) yang gugur salah seorang perawinya. Hadits ini disebut hadits munqathi' (terputus).
  • Adanya sisipan yang terdapat pada matan hadits.

5.1 Kejanggalan Hadits
      Terletak pada adanya perlawanan antara suatu hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang maqbul (dapat diterima) dengan hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang lebih rajin (kuat), disebabkan adanya kelebihan jumlah sanad atau kelebihan dalam ke-dlabith-an rawinya atau adanya segi-segi tarjih yang lain.


Klasifikasi Hadits Shahih :
Shahih li-dzatih : hadits shahih yang memenuhi syarat-syarat hadits shahih diatas.
Shahih li-ghairih : hadits shahih yang diantara perawinya ada yang kurang dlabith, tetapi mempunyai sanad lain yang lebih dlabith.


Sumber : Hadits kelas sepuluh, Syifa'ul Khair, Abel 2007.

2 comments:

Sampaikan pendapat, pertanyaan, atau kritik anda!