Follow by Email

Powered by Blogger.

Friday, April 24, 2015

Gunung Kelud Pasca Erupsi? Tetap Menawan!



Hari terakhir liburan saya dengan teman-teman jatuh pada hari ini (22/04). Sesuai dengan planning awal, kami akan mengunjungi kawasan wisata Gunung Kelud yang berada kurang lebih 40km dari rumah Virna, salah satu rekan saya yang menyediakan tempat bagi kami untuk berteduh dari sengatan matahari dan terangnya rembulan malam.

Pukul 07.20 kami mulai beranjak meninggalkan rumah, dengan menggunakan kendaraan elf. Kali ini rekan-rekan saya tampak semangat. Dari wajah mereka sebenarnya tampak keletihan luar biasa, namun mereka tetap energik untuk mengikuti acara hari ini.

Kendaraan yang saya tumpangi melewati monumen Simpang Lima Gumul (SLG), yang merupakan salah satu ikon kota kediri ini.

Seperti biasa saya duduk di dekat jendela. Melihat kiri jalan yang dipenuhi rumah masyarakat kota tahu ini. Perjalanan sedikit membosankan karena memang tak banyak pemandangan unik di sekitar jalan. Ditambah pula banyak rekan saya yang memejamkan matanya untuk menyambung tidur yang masih kurang dihari sebelumnya.

Setelah melewati kawasan kota, akhirnya sampai juga kami di kawasan wisata Gunung Kelud. Banyak papan penunjuk arah menuju ke kawasan gunung yang erupsi pada 2014 lalu tersebut. Jalanan tampak sangat sepi. Berkelok-kelok, dan naik. Tampak kesan sepi tersebut mencubit pikiran saya untuk membayangkan bagaimana jika perjalanan ini dilaksanakan pada malam hari. Sangat mengerikan mungkin. Bagaimana tidak, hanya kendaraan kami saja yang melintasi kawasan tersebut! Tidak ada kendaraan lain.

Di jalan tersebut banyak sekali petak seperti sawah yang ditumbuhi oleh tumbuhan nanas, yang memang sangat terkenal di kawasna tersebut. Tampak juga pohon-pohon berdiri tegap melindungi tumbuhan nanas tersebut dari sinar sang surya.

Akhirnya, kami telah sampai di lahan parkir wisata. Tampak di tengah jalan terpasang papan peringatan, dilarang melintas kawasan ini. Kurang lebih seperti itu. Ya, semenjak Gunung Kelud mengalami erupsi pada 2014 lalu, kawasan wisata ini mengalami penutupan. Tentu saja demi keselamatan wisatawan yang berkunjung kemari.

Setelah turun dari kendaraan, kami “disambut” oleh hamparan bukit yang berebut untuk mencuri pandangan kami. Ada yang hijau, ada yang abu-abu seperti tertutup pasir. Mungkin itu bekas abu erupsi dulu, pikirku. Segera rekan saya melakukan pose di depan kamera untuk diabadikan. Cekrik. Lensa berbicara, dan foto tersebut tentu saja akan menjadi saksi di kemudian hari bahwa Indonesia memiliki pesona alam yang luar biasa.

Saya dan rekan-rekan mulai menanjak ke atas dengan jalanan aspal yang tersedia, mencari spot bagus untuk berfoto-foto lagi. Dengan nafas yang sudah terengah-engah, saya mendatangi “rekan spesial” saya. Kami berbincang di atas tabung semen yang tampak seperti tempat duduk. Melihat langit, dan sesekali kami minta di sapa oleh lensa kamera di genggaman rekan saya yang lain.

“kamu nggak ke atas fai?” saya membuka pembicaraan. Ya, kedua orangtuanya memberinya nama Maziyyatul Faiqoh. Saya biasa memanggilnya fai. Raut wajahnya sedikit lusuh, entah apa sebabnya. “nggak, aku males turunnya” sahutnya dengan pandangan menerawang jauh. Pembicaraan kami berbuntut ke hal agama dan saya pikir memang ini penting untuk saya. Satu lagi ilmu saya dapat dari si bocah mbeling pujaan hati saya tersebut.

Mungkin memang dia sedang tidak nyaman. Saya cueki. Saya diami. Berkali-kali saya bertanya kepadanya dan selalu pula saya gagal mendapat penjelasan tersebut. Oalah yo,yo. Repot pancene ..
Rekan-rekan saya yang melihat kami dari atas bersorak-sorak, Anget Anget kata mereka. Saya cuek. Namun setelah itu kami berdua terasa bosan dan memutuskan untuk beranjak naik melihat pemandangan lagi dari atas. Saya meminjam kamera pintar GoPro milik teman saya, dan memotret sekaligus mengambil video dari ujung jurang. Tak lupa saya mengajak si mbeling untuk kembali berfoto bersama. Ya, memang sedikit malu, tapi malu itu akan dibayar lunas oleh foto kenangan tersebut kala rindu datang menerjang.

Jam menunjukkan pukul 10.00 WIB, artinya waktu bagi saya dan teman-teman untuk bergegas kembali menuju kendaraan. Kami akan menuju bakso Barokah 313, yang merupakan bakso terkenal di kota tahu ini. Kami menyusuri jalan yang sama dengan jalan berangkat tadi. Di tengah perjalanan, kami mendapat penjelasan dari pak Gatot, sopir kendaraan kami.

“disini kendaraan bisa ter-tarik. Ada magnetnya.” Begitu kurang lebih penjelasan pak Gatot mengenai jalan yang disebut Jalan Misteri. Memang di jalan ini saya lihat terdapat papan penjelasan tentang jalan misteri, yang katanya dapat membuat kendaraan jalan dengan sendirinya dengan kondisi dibiarkan (persneling 0 dan tidak menekan pedal apapun). Rekan saya banyak yang belum percaya dan melihat kembali. Mereka tampak sangat terkejut sekaligus kagum. Wow...!! Ajaib!

Setelah semuanya clear, kendaraan yang kami tumpangi tersebut berjalan kembali. Untuk membunuh kebosanan menunggu sampai ke tempat tujuan, saya asyik memainkan smartphone saya dan memutar beberapa lagu. Mulai lagu DJ, Ari Lasso feat. Ariel Tatum, Sugar nya Maroon 5 sampai lagu-lagu populer dari mancanegara mengisi daftar putar saya hingga akhirnya kami tiba di Bakso Barokah 313 yang terletak di kawasan kota Kediri. Saya memesan Bakso dan es kepala muda, ditambah lontong dan tahu khas Kediri. Hmmm lezatnya!. Setelah semuanya selesai, sampailah kami pada penghujung acara dan saatnya sayonara! Terima kasih Virna&keluarga, Terima kasih teman-teman. (*)

Thursday, April 23, 2015

Teluk Prigi, Pesona Pantai Selatan



“Ini buat yang tadi belum sempat sarapan” seru ibu sahabat saya, ibu Ida yang tampak sibuk merapihkan kertas minyak berisi sarapan untuk teman saya yang memang bangun kesiangan karena lelah sehabis begadang semalam. Hari itu (20/04) kami memang akan mengadakan perjalanan menuju laut Prigi (atau bisa dikatakan teluk) yang lokasinya berada di kota Trenggalek, Jawa Timur.
Bus mulai beranjak meninggalkan rumah teman saya dikawasan desa Paron. Perjalanan terasa sangat sepi karena mayoritas teman-teman saya masih lelah setelah berjuang melawan dinginnya malam dan waktu sebelum berangkat. Ya, namanya juga anak muda. Mereka tidur pulas dibawah dinginnya semburan AC yang meluncur dari atap bus.

Banyak pemandangan disekitar jalan yang kami lalui. Bukit yang indah, tikungan yang tajam, jalan sempit yang naik turun membuat sebagian diantara rombongan kami mengalami mual. Bahkan salah satu diantaranya telah muntah karena tak kuat melalui medan jalan yang berat tersebut. Sesekali saya lihat hamparan sawah di kanan dan kiri jalan, tampak memang berbeda dengan kota metropolis surabaya yang (mungkin) sudah tak lagi “menerima” lahan seperti demikian. Mereka semua telah di “tikam” oleh bangunan modern nan megah yang merupakan ciri khas kota Pahlawan.

Akhirnya setelah melahap sekitar 70 km, sampailah kami di tempat tujuan, yakni Teluk Prigi. Bus kami berhenti di gerbang pintu masuk dan salah satu teman saya turun untuk melakukan pembayaran administrasi. Setelah itu bus kembali berjalan melewati bukit. Dari atas bukit, kami dapat melihat dengan jelas pemandangan yang sangat indah. Hamparan laut, bukit, dan masih banyak lagi. Ah, tak sabar rasanya.

Rombongan kami mulai beranjak turun, dan langsung bergegas menuju bibir pantai. Ada yang foto-foto, ada yang hanya memandang indahnya hamparan laut yang memiliki gradasi warna, dan ada yang masih mempersiapkan tempat barang kami akan diletakkan. Pak, disini aman toh? Tanya salah satu rekan saya kepada bapak yang menawarkan kami perahu. “Aman mas. Disini aman. Kalau memang hilang saya ganti. Ini perahu saya. Silahkan laporkan polisi” ujar beliau yang memberikan jaminan sekaligus ketenangan kepada kami semua.

Pantai ini tampak sangat sepi pengunjung. Saya bergumam di dalam hati, bagaimana pantai seindah ini bisa sepi pengunjung? Atau mungkin karena kami datang saat hari efektif sehingga tidak banyak orang yang datang kesana. Toko-toko pun banyak yang tutup. Hanya segelintir toko yang buka dan menawarkan makanan, minuman, toilet serta musholla.
Setelah menunggu salah satu rekan saya yang buang hajat, kami memutuskan untuk mengikuti rombongan rekan perempuan yang telah dulu berputar melihat teluk tersebut menggunakan perahu. Kami mulai menaiki perahu tersebut, lalu beberapa diantara kami meminta di foto hingga sang joki perahu meminta kami untuk tidak terlalu menumpuk di depan agar motor perahu dapat bergerak dengan baik.


“ini namanya pantai kecil mas bro. Kalau yang itu ada karang, kalau teluk sedang surut, karang tersebut dapat terlihat dengan jelas.” Kami mendapat banyak sekali penjelasan serta petunjuk dari mas tersebut. Sayangnya saya lupa bertanya siapa namanya.

Setelah puas berputar-putar, kami diantarkan menuju bibir pantai kembali. Tampak saya asyik memainkan GoPro milik teman saya dengan mencelup-celupkan ke dalam air. Harapan memang dapat melihat bawah laut dengan jelas, namun hasil yang saya dapatkan tidak ada! Hanya ada air tanpa terlihat dasar laut. Mungkin kurang dalam nyemplunginnya hehehe...

Setelah turun dari perahu, kami bersantai sejenak, melihat-lihat kembali pemandangan yang ada. Sebagian diantara kami mulai hunting kamar mandi, entah untuk mandi atau sekedar mencuci muka dan kaki akibat terkena pasir pantai yang putih. Sebagian lain membeli makan siang di tempat tersebut. Harga yang ditawarkan pun relatif. Namun saya pikir pedagang tidak over dalam mengambil keuntungan sehingga tidak meresahkan wisatawan.

Setelah makan dan menunaikan shalat dhuhur dan ashar secara jama’ qashar, kami segera bersiap-siap kembali untuk mengambil foto secara bersama-sama dengan pendamping kami. Cekrik. Suara kamera membunuh gaya kami. Cuara gerimis, sehingga mendorong kami untuk segera bergegas kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan. (*)

Saturday, February 1, 2014

Untitled 2



mungkin ini persembahanku yang terakhir untuk engkau yang disana. Aku lelah, aku letih untuk menulisnya lagi.

Karena memang begitu membuat hati terluka, dan akan berbekas luka layaknya pisau yang menyayat sebuah benda. Kamu, yang begitu aku kagumi sudah lagi tak bisa berkompromi. Meskipun sebagai seorang laki-laki, aku tak peduli untuk menuliskannya. Karena memang menulis merupakan hal yang aku kagumi, yang tak lain adalah sebagai hobi.

Lumpuhkanlah ingatanku........ hapuskan tentang dia

Salah satu lirik dari band Indonesia, Geisha ini mungkin cukup pas untuk-ku, lantunan lagu ini sangat menyedihkan yang menceritakan seseorang yang sakit hati.

Dulu engkau yang begitu dekat, kini sudah pergi begitu saja. Mungkin memang salahku yang terlalu berlebihan dalam hal ini, terlalu cepat. Namun, bukannya setiap orang punya pemikiran yang berbeda-beda?
Jika memang perlu alasan, aku akan menjelaskannya. Sayangnya, kamu tak punya kesempatan untuk mendengarkanku. Untuk sekedar membalas chat saja sulit, apalagi mendengarkan. Sungguh sulit.
Inilah kenyataannya. Aku mencoba memahaminya. Mungkin memang tuhan belum mengizinkanku untuk menjaga dia. Cantiknya, shaleh-nya, hingga sikap nya yang kalem dan sopan membuatku tak bisa berhenti mengagumi.

Jika saja ia membaca coretanku ini, aku akan senang. Aku senang karena memang curahan ini tersampaikan kepadanya langsung. Kalaupun tak sampai, tak masalah bagiku. Cukup dengan menulis coretan ini aku sudah senang, karena memang bebanku akan hilang dengan sendirinya.
Aku? Seorang cowok yang suka menulis? Jika engkau ingin menghinaku, silahkan saja. Menulis memang hobi untuk manusia layaknya kalian berenang dan bermain bola. Jadi apa salahnya jika seseorang mengungkapkan curahan hati?

Itu saja yang bisa aku tulis, terimakasih banyak atas waktunya yang engkau berikan untuk sekedar membuatku tersenyum dan mengagumi makhluk ciptaan Allah...

For you.

Monday, January 27, 2014

BAGAS31.COM, Tempatnya Download Software Gratis


Software merupakan salah satu komponen yang harus dimiliki para user komputer. Bayangkan jika ada suatu komputer yang tidak memiliki software, sudah pasti komputer tersebut tidak akan berguna banyak, bahkan tidak dapat digunakan sama sekali.



Dalam kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai sebuah website/blog yang berisi mengenai software tersebut. Mungkin diantara anda para pembaca ada yang sudah mengetahui tentang bagas31.com yang memang sudah melanggangbuana di daratan tanah air dan bisa dibilang juga terbesar di indonesia.

Lalu, mengapa saya memilih bagas31.com untuk urusan software? ada beribu-ribu blog yang membahas mengenai software, namun alasan saya memilih memang cukup beragam. Namun disini saya akan menjabarkan beberapa faktor mengapa saya merekomendasikannya.

  •         Desain
Untuk urusan desain blog, bagas31.com telah memodifikasi template yang awalnya biasa-biasa saja menjadi lebih elegan, dan terlihat rapih. Terbukti jika pemilik blog tersebut bukan hanya dapat memposting sebuah artikel, namun juga mempuni dalam urusan coding html.


gambar desain blog bagas31.com (tampak posting disebelah kiri, tengah dan kanan widget)

  •         Posting
Posting yang ditulis pun juga terus diperbarui seiring berjalannya waktu. Hal ini juga ditunjang oleh sedikit review singkat yang ditulis oleh author blog tersebut, dan tak lupa pula diberikannya sebuah tutorial jika memang diperlukan dalam proses penginstallan.. Dengan sering diperbarui-nya posting, para pembaca akan terhindar dari kebosanan.



salah satu gambar posting di bagas31.com

  •         Konten
Konten yang terbitkan oleh bagas31.com ini juga beragam. Mulai dari software Anti Virus, Desain hingga Utilities. Anda tinggal pilih saja mana yang ingin didownload, dan itu semua gratis! tunggu apa lagi??

Tak lupa pula ada widget yang membantu kita saat melakukan pencarian software. di sisi kanan terdapat sebuah widget Tips terbaru, dan best of the week. nah, topik utama inilah yang biasanya diperlukan pembaca untuk mencari software paling hot saat ini.


gambar widget Tips Terbaru dan Best of the Week
(diambil 10 februari 2014)

  •         Tutorial
Tersedia juga tutorial yang lengkap disebuah posting jika software tersebut dirasa terlalu sulit untuk penginstall-an. Tutorialnya pun juga didesain dengan sangat rapih, sehingga pembaca tidak bosan dan dapat mencermati dengan baik tutorial tersebut.. inilah yang membedakan situs bagas31 dengan yang lainnya.


salah satu tutorial singkat yang ada di posting bagas31.com (fifa 14 demo pc)

================================================

Namun, diantara banyak kelebihan tersebut, saya juga menemukan sedikit hal yang mengganggu. Seperti kata para pepatah, “ada kelebihan, ada pula kekurangannya”. Berikut diantaranya (yang saya rasakan)

  •         Iklan
Iklan memang sangat mendukung pemasukan. Menurut saya, iklan yang ditampilkan saya rasa terlalu banyak. Namun hal ini masih dapat tertutupi dengan desain yang baik. Dan iklan tersebut pun juga punya relasi dengan bagas31.com. awalnya memang terasa mengganggu bagi yang memang tidak suka ads, namun hal ini pasti akan terbayar setelah mendownload sebuah software, karena memang link yang disediakan sangat mempuni.


gambar iklan yang ada di blog bagas31.com (diambil 10 februari 2014)



  •         Dead Link
sumber gambar: imgur.com

Yang disayangkan adalah banyak-nya link software yang dead. Dahulu bagas31.com sering sekali mengupload seluruh software di hosting mediaapi. Namun, karena semakin sering file yang dihapus disana, admin berfikir untuk mencari hosting baru yang secepat hosting sebelumnya dalam urusan kecepatan download dan kualitas hosting itu sendiri. 

Dan software tersebut juga tidak sempat diupload. Jadi sangat disayangkan sekali hal ini terjadi. Namun, jangan khawatir, bagas31.com tetap memberikan update software terbaru, tentu saja dengan link baru yang lebih berkualitas dari sebelumnya.

itulah review yang bisa saya berikan, semoga dapat menambah referensi anda mengenai web yang menyediakan link software gratis. salam blogger!